Dalam penerapan pembelajaran bahasa dimana sifatnya merupakan ilmu yang terus berkembang, maka kami menggunakan praktik keseharian atau metode “Habit” dalam meninggakat skill agar dapat digunakan dalam keseharian. Tujuan dari diadakannya pembelajaran dengan metode ini adalah untuk mencetak peserta yang mampu berkomunakasi secara lisan dalam bahasa asing. Dengan selalu melakukan praktik berbahasa maka siswa diasumsikan akan mampu membangun rasa percaya diri untuk mulai berkomunikasi menggunakan bahasa inggris mengingat rasa malu atau tidak percaya diri merupakan masalah utama bagi peserta yang belajar bahasa asing.

Desa Inggris Singosari mengedepankan pelayanan customers request dimana  program yang dijalankan akan disesuaikan dengan kemampuan peserta. Dalam mengaplikasikan kurikulum pembelajaran, kami tentunya memeliki standart pencapaian untuk setiap peserta yang telah diklasifikasikan sesuai dengan kemapuan awal peserta. Hal ini dapat ditemukan dengan cara melakukan pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta. Dari sini, kami dapat mengajar peserta dalam bahasa Inggris/ Arab sesuai dengan kebutuhan peserta. Selain daripada itu, kami juga dapat mengajar susuai kebutuhan peserta yang berkepentingan untuk sesuatu misal; keluar negeri, test TOEFL, test masuk universitas, interview kerja, dll. Sebagian besar goal yang dicapai adalah English for Communication, dimana kami fokus kepada meningkatkan skill berkomunikasi pada peserta didik, semantara sebagian kecil lainnya juga telah sukses memahami materi yang diinginkan atau dibutuhkan.

Strategi pengembangan DIS

  1. Kegitan sosial

Desa inggris singosari terus mengembangankan diri dengan melaksanakan kegiatan sosial dalam bebagai bentuk pada profil program kami. Dengan berdasar kepada visi dan misi point 1, kami mempercayai bahwasanya membantu banyak orang dengan kualitas terbaik kami akan membuat kami semakin sadar bahwasanya, kami tidak sendirian dan sangat membutuhkan orang lain dalam pengembangan diri.

  1. Inovasi program

Berbagai program Bahasa Inggris dan Bahasa Arab yang telah kami laksanakan merupakan revolusi dari cara belajar Bahasa inggris yang mudah sampai menyenangkan. Tujuannya untuk merubah mindset peserta didik akan kesulitan-kesulitannya serta memberikan rasa senang dalam belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, variasi game ataupun wisata menarik.

  1. Standarisasi layanan

Dalam memberikan pelayanan terbaik, kami terus melakukan pengecekan secara berkala dalam bidang service mulai dari, sarana dan prasarana, metode pembelajaran dan kualitas pengajar serta system organisasi.

  1. Penerapan 3M: (Melek Bahasa, Melek Agama dan Melek Teknologi)

Untuk menjaga kuliatas diri, layanan maupun Lembaga, kami menerapkan 3M dimana kegiatan keagamaan merupakan kegiatan unggulan kami dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar maupun pelajar. Disertai dengan kualiatas berbahasa dalam bentuk oral komunikasi yang terus menjadi fokus utama dalam pencapaian kami. Selanjutnya, dalam perkembangan yang begitu masiv, teknologi menjadi begitu berpengaruh dalam proses perkembangan peserta didik. Oleh karenanya kami juga telah menciptakan karya yang juga dapat dinikmati dengan teknologi.

  1. Kompetisi dan Kompetensia

Dari setiap kompetisi yang dilaksanakan mulai dai kompetisi dalam atau luar lembaga akan mampu meningkatkan kompetensi dari peserta didik kami. Oleh karena itu selain membantu peserta didik dalam mengikuti kompetisi kami juga melibatkan diri dalam melaknakan berbagai kompetisi Bahasa untuk meningkan kompetensi peserta maupun lembaga.