Indocita Foundation menerapkan konsep belajar ala Pesantren. Walaupun disini kegiatan terfokus tentang pembelajaran bahasa asing (Inggris dan Arab), tapi kegiatan keagamaan khususnya bagi yang muslim dilakukan seperti Pesantren. Walaupun tidak sepenuhnya seperti Pesantren. Untuk itulah kami menyebutnya pembelajaran semi Pesantren.

Indocita yang dikenal dengan Desa Inggris Singosari memiliki tenaga pengajar atau yang disebut Trainer lebih dari 80% adalah lulusan Pesantren. Namun yang bukan alumni Pesantren pun harus mulai belajar ala santri. Dalam upaya untuk mengenalkan Islam yang Rahmatan lil Alamin, maka yang belajar di Indocita pun boleh dari yang memeluk agama lain.

Sebut saja si gendut. Kita sebut gendut karena memang tubuhnya yang gendut 🤭. Si gendut berasal dari keluarga non muslim. 9 tahun yang lalu dia diantar Ayahnya untuk belajar bahasa Inggris di tempat kami. Awalnya ragu, karena tempat kami memang Pesantren. Kami sampaikan, bahwa kami menjamin keamanan dan kenyamanan pada si gendut dalam belajar dan beribadah. Ketika sudah berada di asrama kami, ternyata si gendut banyak membantu santri kami. Mulai membangunkan saat mau tahajud, dan juga sering mengingatkan waktu nya sholat.

Setelah belajar selama 9 bulan, ternyata dia merasa nyaman tinggal di Pesantren ini. Akhirnya dia menjadi salah satu trainer kami. Dia pun juga menjadi salah satu dari 91 anak yang di kuliah kan oleh kami. Sampai sekarang dia masih tinggal dan mengabdi di tempat kami. Tak terasa, saat ini si gendut sudah 9 tahun tinggal hidup di lingkungan Pesantren yang membuat dirinya nyaman.

Semua makhluk yang ada ini adalah ciptaan Allah. Secara tidak langsung kami telah menjalankan butir-butir Pancasila khususnya sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa, dan juga sila-sila lainnya.

Hidup itu indah jika kita tau MENGHARGAINYA. Buatlah semua benda tersenyum, maka hidupmu pasti penuh dengan senyuman.

Salam Damai
Avin Nadhir