SOSOK PENDIRI

Sosok Pendiri
Spread the love

Belajar bahasa tidak harus orang cerdas, pintar dan hebat. Belajar bahasa hanya membutuhkan kesungguhan dan pembiasaan”, Demikian kata Avin Nadhir,  Direktur Indocita Foundation Desa Inggris Singosari.

Mahalnya biaya kursus menjadi kendala tersendiri bagi golongan masyarakat menengah ke bawah. Kondisi miris ini menggerakkan Avin Nadhir menyulap kampung halamannya, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi desa destinasi belajar bahasa Inggris. inspirasi menyebarkan “virus” berbahasa Inggris lantaran ia merasa bahasa Inggrisnya kurang bagus. Ia ingin anak-anak di Singosari bisa berbahasa Inggris dengan lebih baik.

Alumni jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang ini memiliki komitmen kuat untuk memajukan pendidikan. Hal ini ia lakukan karena ia pun juga sempat mengenyam sulitnya mendapat pendidikan karena keterbatasan biaya.

Tekad Avin menyediakan pendidikan yang terjangkau rupanya adalah bentuk balas dendam terhadap masa lalunya. Selepas SMA, Avin diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Brawijaya. Namun lantaran himpitan ekonomi, ia pun harus mengubur cita-citanya menjadi dokter dan banting setir ke kampus lain yang biaya pendidikannya lebih terjangkau.

Lulus dari sebuah universitas swasta di Malang, Avin mengaku sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Ia baru belajar bahasa Inggris waktu memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2. Menyadari pentingnya menguasai bahasa Inggris, ide membuka kursus gratis mulai terbersit dalam benak Avin. Masa lalu yang pahit itulah yang menjadi motivasi Avin untuk melahirkan Desa Inggris Singosari.

Dengan biaya yang sangat fleksibel, Avin pun tak takut rugi. Memang secara hitungan matematis, besarnya biaya yang dikeluarkan dan diperoleh, tidak masuk akal dengan sistem bisnis yang ia jalankan. Tapi menurut Avin, sampai saat ini bisnisnya tidak pernah rugi. Avin percaya, bisnis yang membawa misi sosial tidak akan menanggung rugi, selalu saja ada pintu rezeki yang terbuka setelah itu.

Atas pemikirannya yang progresif dan kontribusinya memberdayakan masyarakat, Avin diganjar berbagai penghargaan. Pada 2012, ia diganjar penghargaan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan berkesempatan menempuh International Visitor Leadership Program di Negeri Paman Sam. Dan  Junior Chamber International sebuah lembaga kepemudaan yang ada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melabeli Avin sebagai 10 Outstanding Young Person.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *